Langsung ke konten utama

Sinergi PLN, YBM PLN, dan SOLOPEDULI dalam Khitan Massal Gratis: Wujud Komitmen Listrik untuk Rakyat dan Kepedulian Sosial

 

Kegiatan khitan massal gratis yang digelar secara serentak oleh PLN UP3 Sukoharjo melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama SOLOPEDULI merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam program "Listrik untuk Rakyat" sekaligus wujud kepedulian sosial kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa. Dengan tema "Wujudkan Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia," program ini menyasar 60 anak berusia 6 hingga 11 tahun dari lima wilayah layanan PLN UP3 Sukoharjo, yakni ULP Sukoharjo, ULP Grogol, ULP Wonogiri, ULP Jatisrono, dan ULP Karanganyar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Juli 2025 ini menggabungkan metode hybrid, dengan pembukaan secara daring dan luring, serta diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an yang menambah khidmat suasana. Sambutan dari Manager PLN UP3 Sukoharjo, Indri Megananda, dan COO SOLOPEDULI, Endri Kusuma Ratih, menegaskan bahwa khitan bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana kebersihan dan spiritual yang penting dalam membentuk karakter anak-anak. Antusiasme masyarakat terlihat dari peningkatan kuota peserta dari 50 menjadi 60 anak.

Meski demikian, tulisan ini bisa lebih dikembangkan dengan membahas tantangan logistik dan koordinasi dalam pelaksanaan program di lima titik lokasi sekaligus, serta bagaimana program ini dapat menjadi model bagi sinergi korporasi dan lembaga sosial lainnya dalam memperluas jangkauan manfaat sosial. Selain itu, perlu juga disoroti pentingnya edukasi kesehatan pascakhitan dan tindak lanjut yang berkelanjutan agar manfaat program tidak berhenti pada pelaksanaan acara saja.

Solusi ke depan adalah memperkuat kemitraan antara PLN, YBM, dan organisasi sosial untuk mengadakan program serupa secara rutin dan di berbagai daerah, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian sosial lebih. Pendampingan kesehatan dan edukasi keluarga juga harus menjadi bagian integral program agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berakhlak mulia. Penggunaan teknologi digital untuk monitoring peserta dan evaluasi program dapat meningkatkan efektivitas dan transparansi.

Melihat tren sosial korporasi saat ini, kolaborasi antara perusahaan BUMN dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya. Program khitan massal gratis ini bukan hanya memperlihatkan kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat citra PLN sebagai institusi yang hadir untuk rakyat, tidak hanya dalam penyediaan listrik, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka

  • Humas Solopeduli, "Listrik untuk Rakyat, PLN Melalui YBM PLN Sukoharjo Gandeng SOLOPEDULI Gelar Khitan Massal Gratis," Kompasiana.com, 2025.

  • Radar Solo, "Solopeduli Gelar Khitan Massal Gratis Bekerja Sama dengan PLN UP3 Sukoharjo," 2025.

  • RRI, "YBM-PLN Sukoharjo Gandeng SOLOPEDULI Gelar Khitanan Massal," 2025.

  • VIVA Jogja, "PLN UP3 Sukoharjo Gandeng SOLOPEDULI Gelar Khitanan Massal Gratis bagi Anak Yatim dan Duafa," 2025.

  • Solopos.com, "YBM PLN UP3 Sukoharjo Gandeng Solo Peduli Gelar Khitanan Massal Gratis," 2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Pintar Hemat Listrik: Peluang dan Tantangan Menuju Sistem Kelistrikan Berkelanjutan di Indonesia

Tulisan ini mengomentari gagasan revolusi pintar dalam hemat listrik yang diangkat dalam tulisan "Saatnya Revolusi Pintar Hemat Listrik Dimulai". Konsep Smart Grid yang mengintegrasikan teknologi AI, IoT, dan digitalisasi memang merupakan langkah maju yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan Indonesia. Namun, tulisan tersebut masih kurang mengupas secara mendalam tantangan implementasi di lapangan, seperti kesiapan infrastruktur, biaya investasi yang tinggi, dan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dalam teknologi digital kelistrikan. Selain itu, aspek keamanan siber yang menjadi krusial dalam sistem digitalisasi belum mendapat perhatian yang cukup, padahal potensi ancaman terhadap jaringan listrik cerdas sangat nyata. Solusi yang dapat ditempuh adalah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Smart Grid dengan pendanaan yang terstruktur dan dukungan kebijakan ya...

Mengurai Kenaikan Tagihan Listrik Setelah Diskon Berakhir: Fakta dan Solusi

  Awal April 2025, banyak pelanggan listrik mengalami lonjakan tagihan yang cukup signifikan setelah program diskon tarif listrik 50 persen berakhir. Selama Januari dan Februari 2025, pelanggan menikmati potongan harga yang membuat tagihan listrik lebih ringan, namun setelah diskon dihentikan, tagihan kembali ke tarif normal yang membuat nominalnya terasa melonjak, bahkan lebih dari dua kali lipat. PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif dasar listrik sejak 1 Januari 2025, dan kenaikan tagihan ini murni akibat berakhirnya diskon serta perubahan pola pemakaian pelanggan. Meski demikian, masih ada kekhawatiran dan tanda tanya dari pelanggan, terutama ketika pemakaian listrik sebenarnya cenderung menurun, seperti saat libur Lebaran dan penggunaan alat listrik yang lebih hemat. Untuk mengatasi kebingungan ini, PLN menyarankan pelanggan agar rutin memonitor penggunaan listrik melalui aplikasi PLN Mobile dan segera menghubungi layanan pelanggan jika terdapat ketidaksesuaian data. S...

Listrik Prabayar: Awalnya Ribet, Kini Mudah dan Fleksibel dengan Teknologi Digital

Tulisan ini mengisahkan pengalaman pribadi penulis yang awalnya menganggap listrik prabayar merepotkan karena harus rutin mengecek saldo dan khawatir kehabisan listrik saat malam hari. Namun, setelah mempelajari cara kerja meteran prabayar dan memanfaatkan kemudahan pembelian token listrik melalui internet banking, persepsi tersebut berubah menjadi lebih positif. Penulis menjelaskan bahwa meteran listrik prabayar dilengkapi lampu LED yang memberi tanda saldo listrik, serta cara input token yang sederhana menggunakan 20 digit kode yang diperoleh saat pembelian. Kelebihan listrik prabayar yang diungkapkan adalah fleksibilitas dalam pembelian saldo sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia, mulai dari Rp20.000 hingga Rp1.000.000, berbeda dengan sistem pascabayar yang harus membayar tagihan penuh. Penulis juga membantah anggapan listrik prabayar lebih boros, dengan pengalaman pembelian Rp50.000 untuk daya 1.300 VA yang cukup untuk 3-4 hari, sehingga total pengeluaran bulanan relatif sama den...