Ketika rudal mulai menghujani fasilitas nuklir di Teheran dan armada kapal induk Amerika Serikat bersiaga di Laut Arab, dampaknya tidak berhenti di kawasan Timur Tengah. Gelombang kejutnya merambat cepat melewati batas-batas geografis, menghantam pasar keuangan global, dan pada akhirnya berlabuh di dapur-dapur rumah tangga Indonesia. Di saat harga minyak dunia bergejolak dan nilai tukar rupiah tertekan, pertanyaan paling mendasar muncul: bagaimana pemerintah melindungi daya beli masyarakat dari guncangan ini? Jawabannya terletak pada serangkaian strategi yang telah disiapkan jauh sebelum konflik memanas—sebuah skenario darurat yang dirancang untuk memastikan bahwa perang di negeri orang tidak menjadi malapetaka di negeri sendiri. Memahami Ancaman: Ketika Minyak dan Rupiah Berbicara Sebelum menilik strategi perlindungan, penting untuk memahami saluran utama yang mengancam daya beli masyarakat. Para ekonom sepakat bahwa dampak konflik Iran-Israel terhadap Indonesia tidak datang mel...