Langsung ke konten utama

Siapkah Kita Menggunakan Mobil Listrik? Tantangan, Biaya, dan Persepsi Masyarakat di Indonesia 2025


Mobil listrik semakin menjadi pilihan masa depan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia. Pemerintah telah memberikan berbagai insentif berupa potongan pajak dan kemudahan pembelian untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Harga mobil listrik kini semakin kompetitif, dengan model termurah seperti Wuling Air EV Lite yang dibanderol mulai Rp179 juta, sementara pilihan lain dari merek seperti BYD, VinFast, MG, dan Toyota hadir di berbagai segmen harga mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah2356.

Namun, kesiapan masyarakat untuk beralih ke mobil listrik masih menghadapi beberapa tantangan utama:

  • Infrastruktur Pengisian Daya
    Ketersediaan stasiun pengisian daya (SPKLU) yang luas, andal, dan mudah diakses masih menjadi kendala. Ketergantungan pada jaringan listrik yang stabil juga penting, mengingat gangguan listrik di suatu daerah dapat menghambat pengisian baterai mobil listrik1.

  • Biaya dan Operasional
    Meski harga mobil listrik semakin kompetitif, masih ada selisih harga yang cukup signifikan dibanding mobil bensin setara. Selain itu, biaya operasional yang lebih murah per kilometer harus diimbangi dengan biaya lain seperti perawatan baterai, pemasangan charger di rumah, dan potensi kenaikan tagihan listrik rumah tangga akibat pengisian rutin1.

  • Persepsi dan Kebiasaan Masyarakat
    Aspek psikologis dan budaya juga berperan. Sebagian orang masih menganggap suara dan getaran mesin bensin sebagai bagian dari pengalaman berkendara yang prestisius, sehingga beralih ke mobil listrik membutuhkan perubahan mindset dan adaptasi1.

  • Tarif Listrik dan Kebijakan
    Skema tarif listrik rumah tangga perlu disesuaikan agar pengisian mobil listrik di jam puncak tidak menyebabkan lonjakan tarif yang memberatkan konsumen. Integrasi antara kebijakan tarif listrik dan penggunaan kendaraan listrik menjadi kunci efisiensi biaya1.

Tren dan Solusi ke Depan

  • Pengembangan Infrastruktur Pengisian
    Pemerintah dan swasta perlu memperluas jaringan SPKLU, termasuk teknologi pengisian cepat dan pengisian di rumah dengan smart charging.

  • Inovasi Teknologi Baterai
    Pengembangan baterai dengan kapasitas lebih besar, pengisian cepat, dan umur panjang akan menurunkan biaya perawatan dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

  • Edukasi dan Sosialisasi
    Masyarakat perlu diberikan informasi lengkap tentang manfaat, biaya, dan cara penggunaan mobil listrik agar persepsi negatif dapat diminimalkan.

  • Kebijakan Pendukung
    Insentif pajak, subsidi, dan regulasi yang mendukung akan mempercepat penetrasi mobil listrik sekaligus menjaga keadilan sosial.

Dengan dukungan kebijakan, teknologi, dan perubahan budaya, mobil listrik akan semakin diterima dan menjadi solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan dan efisien di Indonesia.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Sulawesi Barat

(Sumber: Kompasiana1, CNN Indonesia2, OTO.com3, OtoDriver4, AstraOtoshop5, iNews.id6)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...