Langsung ke konten utama

Mengkritisi Pemahaman Penggunaan Listrik Sehari-hari: Keterbatasan, Solusi, dan Perkembangan Masa Depan


Tulisan mengenai penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari memberikan gambaran dasar tentang manfaat listrik yang sangat luas, mulai dari rumah tangga, transportasi, industri, hingga pendidikan dan komunikasi. Penjelasan tersebut penting sebagai pengantar untuk memahami peran listrik dalam aktivitas manusia modern. Namun, tulisan tersebut memiliki beberapa kekurangan yang perlu dikritisi agar pemahaman dan pengelolaan listrik dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

Kekurangan utama tulisan ini adalah kurangnya pembahasan mendalam mengenai dampak negatif penggunaan listrik, terutama terkait efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Tulisan hanya menyebutkan manfaat secara umum tanpa mengupas tantangan seperti pemborosan energi, polusi akibat pembangkitan listrik dari sumber fosil, dan risiko pembengkakan biaya listrik akibat konsumsi yang tidak terkontrol. Selain itu, tulisan juga belum menyinggung aspek penting seperti peran teknologi hemat energi, smart grid, dan integrasi energi terbarukan yang kini menjadi tren global.

Solusi yang perlu diangkat adalah edukasi yang lebih komprehensif tentang perilaku hemat energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Pemerintah dan pelaku industri harus mendorong penggunaan peralatan listrik yang efisien, memfasilitasi akses energi terbarukan, serta memperkuat regulasi dan insentif untuk mengurangi konsumsi listrik berlebih. Di sisi masyarakat, perlu ditanamkan kesadaran bahwa penghematan listrik bukan hanya soal pengurangan biaya, tapi juga kontribusi terhadap perlindungan lingkungan dan ketahanan energi nasional.

Melihat tren ke depan, konsumsi listrik masyarakat Indonesia terus meningkat, tercermin dari data konsumsi listrik per kapita yang mencapai 1.285 kWh pada 2023 dan diproyeksikan naik menjadi 1.408 kWh pada 2024. Hal ini menuntut pengelolaan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Teknologi seperti kendaraan listrik, smart home, dan sistem manajemen energi digital akan menjadi kunci utama. Selain itu, peningkatan rasio elektrifikasi yang hampir mencapai 99,79% menunjukkan peluang besar untuk memperluas akses energi bersih dan efisien di seluruh pelosok negeri.

Dengan demikian, tulisan ini perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih holistik, menggabungkan edukasi, teknologi, dan kebijakan yang mendukung pengelolaan listrik yang bijak dan berkelanjutan agar manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengorbankan lingkungan dan ekonomi di masa depan.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka

  • Fros Gaming Devin, "Penggunaan Listrik Sehari-hari," Kompasiana.com, 2023.

  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, "Konsumsi Listrik Masyarakat Meningkat, Tahun 2023 Capai 1.285 kWh/Kapita," Siaran Pers, 2024.

  • PT PLN (Persero), "Statistik PLN 2022," 2023.

  • Badan Pusat Statistik, "Persentase Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Sumber Penerangan Utama dari Listrik," 2024.

  • Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, "Analisis Permintaan Listrik Rumah Tangga Perkotaan dan Pedesaan di Provinsi Jambi," 2022.

  • Buku Statistik Ketenagalistrikan 2023, Kementerian ESDM, 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...