Langsung ke konten utama

Listrik yang Berkeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Antara Harapan dan Realita Pemerataan Energi

 

Tulisan ini mengangkat isu penting mengenai keadilan sosial dalam penyediaan listrik di Indonesia, yang sejatinya merupakan hak dasar setiap warga negara. Penulis menyoroti pernyataan petinggi PLN terkait kenaikan tarif listrik golongan 3000 VA pada 2022, yang menimbulkan polemik meski kenaikan ini hanya berlaku untuk segmen pelanggan terbatas. Fokus utama tulisan bukan hanya pada tarif, melainkan pada profesionalisme PLN dalam menjalankan fungsi sebagai penyedia listrik tunggal di Indonesia, terutama dalam menghadirkan layanan listrik yang andal dan berkualitas di seluruh wilayah, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Tulisan ini menyoroti tantangan besar dalam pemerataan listrik di daerah 3T, seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Maluku, yang masih berjuang mengejar ketertinggalan infrastruktur listrik. Kondisi geografis yang sulit dan karakteristik sosial ekonomi menjadi hambatan utama dalam menyediakan listrik yang merata dan andal. Penulis mengingatkan bahwa keadilan sosial dalam kelistrikan bukan hanya soal tarif, tetapi juga akses dan kualitas layanan yang harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Meski memberikan gambaran yang kuat tentang tantangan dan pentingnya keadilan sosial dalam penyediaan listrik, tulisan ini kurang membahas secara rinci program-program konkret pemerintah dan PLN yang sedang dan akan dijalankan untuk mengatasi ketimpangan ini, seperti Program Listrik Desa (Lisdes) atau pengembangan energi terbarukan untuk wilayah terpencil. Selain itu, belum ada pembahasan mendalam mengenai peran teknologi baru, digitalisasi, dan inovasi dalam mempercepat pemerataan listrik. Aspek partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor juga belum diuraikan, padahal hal ini krusial untuk keberhasilan program pemerataan energi.

Solusi yang dapat diterapkan adalah memperkuat program pemerintah seperti Lisdes yang menargetkan desa-desa tanpa listrik dengan pendekatan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pengembangan energi terbarukan yang sesuai dengan potensi lokal dan sistem off-grid harus diprioritaskan untuk daerah 3T agar lebih mandiri dan berkelanjutan. PLN dan pemerintah perlu mengadopsi teknologi digital dan smart grid untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan monitoring kualitas layanan. Pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program akan meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan. Tren ke depan menunjukkan bahwa pemerataan listrik yang berkeadilan sosial akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

Farid Asyhadi
Pejabat Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Sulawesi Barat

Daftar Pustaka:

  • Marckoferdian, “Listrik yang Berkeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Benarkah?,” Kompasiana, 2022.

  • Neraca.co.id, “Program Listrik Desa Bentuk Keadilan Distribusi Energi,” 2025.

  • Kementerian ESDM RI, “Pembangunan Infrastruktur ESDM Wujud Keadilan Sosial Bagi Masyarakat,” 2019.

  • Kompas.com, “Tidak Ada Listrik, Tidak Ada Peradaban,” 2017.

  • Antaranews.com, “Pemerintah Perlu Tuntaskan Ketimpangan Pasokan Listrik Nusantara,” 2021.

  • ESDM.go.id, “Ini Upaya Pemerintah dalam Pemerataan Listrik Perdesaan,” 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...