Langsung ke konten utama

Ketika Listrik Padam: Menggugah Kesadaran akan Ketergantungan Dunia Digital dan Pentingnya Kesiapan Infrastruktur


Review Tulisan "Ketika Listrik Padam, Kemanakah Pergi Dunia Digital Kita?"

Tulisan ini mengangkat isu krusial tentang dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas digital dan kehidupan modern yang sangat bergantung pada kelistrikan. Penulis berhasil menggambarkan bagaimana pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memengaruhi produktivitas, komunikasi, dan akses informasi yang kini hampir seluruhnya berbasis digital. Tulisan ini juga mengajak pembaca untuk merenungkan betapa rapuhnya ketergantungan kita pada listrik dan teknologi digital, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi listrik padam.

Kekurangan Tulisan

Meski menyentuh isu penting, tulisan ini masih memiliki beberapa kekurangan:

  • Kurang detail tentang penyebab pemadaman listrik: Tidak dijelaskan faktor-faktor teknis dan non-teknis yang menyebabkan listrik padam, seperti gangguan jaringan, cuaca ekstrem, atau beban puncak.

  • Minim solusi praktis: Tulisan belum memberikan panduan atau solusi konkret yang dapat dilakukan individu, komunitas, atau pemerintah untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak pemadaman listrik.

  • Belum membahas peran teknologi cadangan dan inovasi: Tidak ada pembahasan mengenai teknologi backup listrik seperti genset, UPS, atau sistem baterai yang bisa menjaga kelangsungan aktivitas digital saat listrik padam.

  • Kurang menyinggung tren penguatan ketahanan energi: Tidak dibahas bagaimana tren pengembangan infrastruktur kelistrikan dan energi terbarukan dapat mengurangi frekuensi dan durasi pemadaman.

Solusi dan Tren ke Depan

Untuk menghadapi tantangan pemadaman listrik dan menjaga keberlanjutan dunia digital, beberapa solusi dan tren yang perlu dikembangkan adalah:

  • Penguatan infrastruktur kelistrikan: Investasi pada jaringan listrik yang lebih andal dan modern, termasuk sistem smart grid yang mampu mendeteksi dan mengatasi gangguan dengan cepat.

  • Penggunaan sumber energi cadangan: Masyarakat dan institusi perlu dilengkapi dengan alat backup listrik seperti UPS, genset, dan baterai cadangan untuk menjaga kelangsungan aktivitas digital selama pemadaman.

  • Pengembangan energi terbarukan dan desentralisasi energi: Mempercepat transisi ke energi baru terbarukan (EBT) dan mendorong penggunaan microgrid serta sistem penyimpanan energi untuk meningkatkan ketahanan pasokan listrik.

  • Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat: Sosialisasi pentingnya kesiapan menghadapi pemadaman listrik, termasuk penghematan energi, penggunaan peralatan hemat daya, dan persiapan peralatan darurat.

  • Pemanfaatan teknologi digital offline: Pengembangan aplikasi dan sistem yang dapat beroperasi secara offline atau dengan konsumsi daya rendah untuk meminimalkan gangguan saat listrik padam.

  • Kolaborasi multisektor: Pemerintah, PLN, sektor swasta, dan masyarakat harus bersinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah mitigasi pemadaman listrik.

Ke depan, ketahanan energi dan kesiapan menghadapi pemadaman listrik akan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelangsungan dunia digital yang semakin vital bagi kehidupan dan perekonomian.

Farid Asyhadi
Pejabat Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Sulawesi Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...