Langsung ke konten utama

Upaya Tegas Pemerintah Sulawesi Barat dalam Mengendalikan Inflasi Tahun 2023


Mamuju, 7 September 2023 - Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, H. MASRIADI NADI ATJO, SE, M.Si, memaparkan serangkaian tindakan yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk mengendalikan inflasi tahun 2023. Dalam upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan barang penting di masyarakat, maka dilaksanakan rapat teknis TPID Sulbar di rujab Sekda Sulbar. 

Pada rapat tersebut membahas sejumlah hal penting, termasuk Capaian Kinerja TPID, Pemanfaatan Dana BTT (Biaya Tidak Terduga) untuk Pengendalian Inflasi, serta langkah-langkah konkret yang perlu diambil. Salah satu fokus utama adalah mencari cara efisien untuk mengalokasikan dana BTT (Biaya Tidan Terduga), terutama untuk OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis yang bertanggung jawab dalam bidang transportasi, ketahanan pangan, pertanian, dan lainnya. 

Sektor transportasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Barat telah menjalin kerjasama strategis dengan Perum DAMRI. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan subsidi kepada pengangkutan lintas daerah, dengan harapan dapat menurunkan harga transportasi, khususnya untuk pengangkutan sembako ke Sulawesi Barat. 



Selain itu, kerjasama antar daerah juga menjadi prioritas. Kabupaten Enrekang telah berperan dalam memasok sayuran dan holtikultura, sementara Provinsi Gorontalo memasok ikan ke Sulawesi Barat. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap stabil di pasar. 

Di samping itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan menggalakkan penerapan e-commerce dalam harga pangan. Hal ini diharapkan akan menciptakan transparansi harga, memudahkan masyarakat untuk memantau dan membandingkan harga, serta membantu menghindari lonjakan harga yang tidak wajar. 

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap dapat mencapai targetnya untuk mendapatkan Dana DID (Dana Insentif Daerah) dan TPID Award yang diberikan setiap tahun. Upaya tegas ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulbar. 

Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulbar, Achmad, telah memberikan sejumlah masukan berharga bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Barat. Dalam upayanya untuk mengoptimalkan alokasi dana BTT (Biaya Tidak Terduga), Achmad menyoroti beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Pertama-tama, ia merinci tentang pentingnya pasar murah terintegrasi yang menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan keluarga yang mengalami stunting. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa dana subsidi pasar murah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata kepada yang membutuhkan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya memberikan subsidi BBM kepada nelayan Sulawesi Barat, terutama dalam hal komoditas ikan cakalang, yang sering menjadi penyumbang inflasi di daerah Mamuju. 

Deputi BI juga memberikan saran untuk mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mensubsidi transportasi pengangkutan beras. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar harga beras tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat. Saran lainnya adalah memperkuat sarana prasarana pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan daerah. 

Selain itu, ia menyarankan penggunaan data stok dan neraca pangan daerah dalam kerjasama antar daerah. Ini adalah langkah penting untuk mengantisipasi fluktuasi harga dan pasokan pangan di Sulawesi Barat. Peningkatan infrastruktur dan rantai pasok juga menjadi perhatian, terutama untuk mengatasi potensi masalah seperti tanah longsor dan kerusakan jalan di wilayah tersebut. 

Achmad juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang kuat dengan semua pemangku kepentingan terkait dalam upaya mengendalikan inflasi dan mempertahankan stabilitas ekonomi di Sulawesi Barat. 

Tingkat inflasi di Mamuju pada Agustus 2023 berada pada angka 2,2% (year-on-year), sedangkan tingkat inflasi nasional mencapai 3,27%. Adapun penyumbang inflasi terbesar adalah ikan cakalang sebesar 0,18%, rokok kretek sebesar 0,12%, dan angkutan udara sebesar 0,03%. Informasi ini menjadi landasan penting bagi TPID Sulawesi Barat dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi di masa mendatang. farid-esdm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...