Langsung ke konten utama

Siaga Mudik Lebaran 2026: Pertamina Regional Sulawesi Siapkan 20 SPBU 24 Jam, Demand Pertalite Diprediksi Melonjak 8,5%

 


Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pertamina Regional Sulawesi bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat. Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik di kawasan Sulawesi diperkirakan terjadi pada dua gelombang, yakni 14 Maret 2026 serta 19–20 Maret 2026, bertepatan dengan perkiraan hari raya. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 29 Maret 2026.

Kenaikan Demand BBM dan LPG

Selama periode Satgas Lebaran, Pertamina memproyeksikan peningkatan permintaan (demand) untuk produk gasoline sebesar 8,1% dibandingkan rata-rata normal Januari 2026. Rinciannya, Pertalite diperkirakan naik 8,5% , Pertamax naik 2,5% , dan Pertamax Turbo melonjak 8% . Untuk produk gasoil, secara keseluruhan diproyeksikan turun 1% , dengan Solar turun 1% , Dexlite justru naik 9% , dan Pertamina Dex turun 4,2% . Meski demikian, Pertamina tetap melakukan relaksasi penyaluran BBM Solar dan Pertalite hingga 15% di atas normal sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, kebutuhan LPG selama periode Satgas diproyeksikan naik 6% dibandingkan kondisi normal. LPG PSO (bersubsidi) naik 4% , LPG NPSO rumah tangga naik 1,1% , dan LPG NPSO non rumah tangga naik 1,3% .

Infrastruktur Siaga dan Stok Aman

Untuk memastikan layanan optimal kepada masyarakat, Pertamina Regional Sulawesi telah menyiagakan:

  • 20 SPBU 24 Jam yang siap melayani kendaraan pemudik kapan saja.

  • 26 Agen LPG Siaga untuk mempermudah akses masyarakat terhadap tabung gas.

  • 2 PDS (Pangkalan Darat Siaga) BG untuk mendukung distribusi BBM.

Hingga tanggal 8 Maret 2026, stok di depot Pertamina dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.

Antisipasi Bencana

Tak hanya fokus pada kelancaran distribusi energi, Pertamina Regional Sulawesi juga menyiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana yang akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam selama periode mudik, sehingga respons cepat dapat dilakukan jika situasi darurat terjadi.

Dengan berbagai persiapan ini, Pertamina berharap masyarakat Sulawesi dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman, tanpa khawatir akan ketersediaan BBM dan LPG. Masyarakat diimbau untuk mengisi kendaraan di awal waktu dan memanfaatkan SPBU 24 jam serta agen LPG siaga yang telah disediakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkritisi Pemahaman Penggunaan Listrik Sehari-hari: Keterbatasan, Solusi, dan Perkembangan Masa Depan

Tulisan mengenai penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari memberikan gambaran dasar tentang manfaat listrik yang sangat luas, mulai dari rumah tangga, transportasi, industri, hingga pendidikan dan komunikasi. Penjelasan tersebut penting sebagai pengantar untuk memahami peran listrik dalam aktivitas manusia modern. Namun, tulisan tersebut memiliki beberapa kekurangan yang perlu dikritisi agar pemahaman dan pengelolaan listrik dapat lebih optimal dan berkelanjutan. Kekurangan utama tulisan ini adalah kurangnya pembahasan mendalam mengenai dampak negatif penggunaan listrik, terutama terkait efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Tulisan hanya menyebutkan manfaat secara umum tanpa mengupas tantangan seperti pemborosan energi, polusi akibat pembangkitan listrik dari sumber fosil, dan risiko pembengkakan biaya listrik akibat konsumsi yang tidak terkontrol. Selain itu, tulisan juga belum menyinggung aspek penting seperti peran teknologi hemat energi, smart grid, dan integrasi en...

Listrik Prabayar: Awalnya Ribet, Kini Mudah dan Fleksibel dengan Teknologi Digital

Tulisan ini mengisahkan pengalaman pribadi penulis yang awalnya menganggap listrik prabayar merepotkan karena harus rutin mengecek saldo dan khawatir kehabisan listrik saat malam hari. Namun, setelah mempelajari cara kerja meteran prabayar dan memanfaatkan kemudahan pembelian token listrik melalui internet banking, persepsi tersebut berubah menjadi lebih positif. Penulis menjelaskan bahwa meteran listrik prabayar dilengkapi lampu LED yang memberi tanda saldo listrik, serta cara input token yang sederhana menggunakan 20 digit kode yang diperoleh saat pembelian. Kelebihan listrik prabayar yang diungkapkan adalah fleksibilitas dalam pembelian saldo sesuai kebutuhan dan dana yang tersedia, mulai dari Rp20.000 hingga Rp1.000.000, berbeda dengan sistem pascabayar yang harus membayar tagihan penuh. Penulis juga membantah anggapan listrik prabayar lebih boros, dengan pengalaman pembelian Rp50.000 untuk daya 1.300 VA yang cukup untuk 3-4 hari, sehingga total pengeluaran bulanan relatif sama den...

Kesukaran Akses Listrik di Indonesia: Antara Rasio Tinggi dan Pemanfaatan yang Belum Maksimal

  Tulisan “Kesukaran Akses Listrik Bangsa” mengangkat isu penting mengenai kondisi akses listrik di Indonesia yang meskipun secara kuantitatif telah mencapai rasio yang sangat tinggi, yakni 99,92% desa sudah berlistrik, namun kenyataannya pemanfaatan listrik oleh masyarakat belum optimal. Penulis menyoroti fakta bahwa peningkatan konsumsi listrik yang signifikan seiring pertumbuhan penduduk belum tentu diikuti dengan peningkatan produktivitas masyarakat. Hal ini membuka pertanyaan besar tentang efektivitas pemanfaatan listrik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kritik utama terhadap tulisan ini adalah kurangnya pembahasan mendalam mengenai faktor-faktor penyebab rendahnya pemanfaatan listrik, seperti keterbatasan edukasi energi, infrastruktur pendukung yang belum merata, dan kendala ekonomi masyarakat. Selain itu, tulisan belum menguraikan secara rinci solusi konkret yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemanfaatan lis...