Langsung ke konten utama

Di Panggung Trump, Prabowo Tegaskan Garis Lurus Indonesia Bela Palestina

 


Langkah Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace—inisiatif yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Januari 2026—mengundang perhatian luas. Di satu sisi, keputusan itu dibaca sebagai manuver strategis memperluas pengaruh Indonesia di panggung global. Di sisi lain, publik menuntut kepastian: apakah sikap pro-Palestina Indonesia tetap terjaga?

Forum yang diluncurkan di Davos pada 22 Januari 2026 itu dirancang untuk mendorong rekonstruksi Gaza pascakonflik Israel–Hamas. Sebanyak 21 negara menandatangani piagam keanggotaan. Indonesia menjadi satu-satunya wakil ASEAN. Posisi ini bukan sekadar simbolik. Ia menegaskan bahwa Jakarta tidak ingin hanya menjadi pengamat dalam isu Timur Tengah, melainkan turut menentukan arah penyelesaiannya.

Dalam pertemuan perdana di Washington DC, 19 Februari 2026, Trump memuji kepemimpinan Prabowo. Namun, bagi Indonesia, yang lebih penting adalah substansi: bagaimana forum ini dapat mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Garis Historis Pro-Palestina

Sejak awal kemerdekaan, Indonesia konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Amanat konstitusi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan. Prabowo, dalam berbagai kesempatan, menegaskan komitmen pada solusi dua negara—Palestina merdeka berdampingan dengan Israel yang diakui keamanannya.

Keikutsertaan dalam Board of Peace tidak serta-merta menggeser posisi tersebut. Justru sebaliknya, forum ini dimanfaatkan sebagai kanal diplomasi untuk mengawal rekonstruksi Gaza tanpa mengabaikan prinsip kemerdekaan Palestina. Indonesia bahkan menyatakan kesiapan berkontribusi dalam International Stabilization Force (ISF) dan meningkatkan bantuan kemanusiaan.

Pernyataan resmi pemerintah menegaskan: optimisme terhadap kepemimpinan Trump tidak berarti menyerahkan prinsip. Perdamaian sejati, bagi Indonesia, tetap berpijak pada pengakuan kedaulatan Palestina.

Peluang dan Tantangan

Secara diplomatik, langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai bridge builder. Akses terhadap agenda rekonstruksi Gaza bernilai miliaran dolar membuka ruang kolaborasi internasional, termasuk dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peran aktif ini dapat meningkatkan daya tawar Indonesia dalam isu-isu global lainnya.

Namun, tantangan tidak kecil. Di dalam negeri, sejumlah kalangan—termasuk tokoh Majelis Ulama Indonesia—mengingatkan agar Indonesia mewaspadai potensi “manuver” politik yang dapat menguntungkan Israel secara sepihak. Narasi hoaks yang menuding Prabowo pro-Israel pun sempat beredar, meski telah dibantah oleh berbagai klarifikasi resmi.

Secara geopolitik, risiko terbesar adalah jika forum tersebut bergeser dari mandat kemanusiaan menjadi instrumen normalisasi tanpa kejelasan arah kemerdekaan Palestina. Di sinilah konsistensi diplomasi Indonesia diuji.

Penyejuk di Tengah Polarisasi

Partisipasi Indonesia dalam forum ini menempatkan Jakarta sebagai “penyejuk” di tengah polarisasi Timur Tengah. Dengan modal pengalaman diplomasi non-blok dan jejaring global yang luas, Indonesia berpotensi memainkan peran mediasi lebih besar.

Ke depan, keberhasilan langkah ini bergantung pada sinergi kepemimpinan Trump dan Prabowo—serta kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan antara pragmatisme diplomasi dan idealisme konstitusi. Jika dikelola dengan cermat, Board of Peace dapat menjadi panggung strategis bagi Indonesia: memperkuat posisi global, membuka peluang ekonomi, sekaligus tetap tegak membela Palestina.

Pada akhirnya, diplomasi bukan soal memilih kawan atau lawan, melainkan memastikan kepentingan nasional dan amanat sejarah tetap sejalan. Di panggung Trump, Prabowo diuji. Sejauh ini, garis lurus Indonesia pada Palestina masih terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

GOOD Deal Presiden Prabowo dengan Presiden Donald Trump: Strategi Tarif 19% untuk Impor Hasil Pertanian dan Migas AS sebagai Penguatan Kerja Sama Ekonomi Bilateral

Pada Juli 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan sebuah kesepakatan strategis yang menandai babak baru dalam hubungan dagang kedua negara. Salah satu poin krusial dari kesepakatan tersebut adalah penurunan tarif impor produk Indonesia ke Amerika Serikat dari sebelumnya 32% menjadi 19%. Sebagai bentuk timbal balik, Pemerintah Indonesia sepakat menetapkan tarif impor sebesar 19% untuk pembelian komoditas strategis dari Amerika Serikat, khususnya hasil pertanian seperti kedelai dan gandum, serta minyak dan gas (migas). Nilai komitmen pembelian Indonesia mencapai USD 4,5 miliar untuk produk pertanian dan USD 15 miliar untuk migas. Rincian dan Implikasi Kesepakatan Kesepakatan tarif 19% ini merupakan pencapaian penting dalam diplomasi ekonomi Indonesia–AS. Dengan skema tarif yang lebih kompetitif, Indonesia memperoleh akses terhadap pasokan bahan baku penting seperti kedelai, gandum, dan migas dengan harga yang l...

Konversi Motor BBM ke Listrik, Bagaimana kesiapan daerah Sulbar?

  Presiden Prabowo Subianto telah membentuk  Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi  yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  . Satgas ini bertugas mempercepat implementasi program transisi energi, termasuk konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik. Menteri Bahlil menegaskan bahwa konversi motor BBM ke listrik merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi sekaligus mendorong transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan  . Namun yang lebih penting, program ini dirancang untuk  mengurangi ketergantungan pada impor BBM  yang setiap tahun meningkat dan menggerus APBN  . Target Ambisius dan Insentif Pemerintah Presiden menargetkan implementasi program konversi dapat berjalan maksimal dalam waktu  tiga hingga empat tahun , bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat  . Pemerintah menargetkan konversi hingga  6 juta unit motor per tahun  dari total populasi 120...