Langsung ke konten utama

Smart Grid: Pilar Utama Transisi Energi dan Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional


Pengembangan teknologi Smart Grid menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem kelistrikan Indonesia menuju era energi bersih dan berkelanjutan. Smart Grid mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi canggih untuk mengelola pasokan listrik secara efisien, meningkatkan keandalan, serta memungkinkan pemanfaatan energi baru terbarukan secara optimal. Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menetapkan Smart Grid sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan mengimplementasikannya secara bertahap mulai dari wilayah Jawa-Bali, dengan target pembangunan 25 sistem Smart Grid hingga 2024. Inisiatif ini sejalan dengan target nasional mencapai Net Zero Emission (NZE), di mana Smart Grid berperan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan keterlibatan konsumen sebagai produsen listrik (prosumers).

Meski begitu, implementasi Smart Grid menghadapi tantangan besar, terutama terkait biaya investasi yang tinggi, kebutuhan standar teknologi yang seragam, dan komitmen organisasi dalam pelaksanaan. Selain itu, adaptasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap teknologi baru ini juga memerlukan edukasi dan sosialisasi yang intensif. Solusi yang dapat ditempuh meliputi penguatan regulasi, insentif fiskal, serta kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta untuk mempercepat adopsi teknologi Smart Grid. Tren global menunjukkan bahwa digitalisasi dan desentralisasi sistem kelistrikan adalah kunci untuk menghadapi fluktuasi pasokan energi terbarukan dan meningkatkan resiliency jaringan. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, Smart Grid akan menjadi fondasi bagi sistem kelistrikan Indonesia yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

:

  • Casmudi. “Listrik Pintar, Antara Inovasi Bisnis dan Hemat Energi.” Kompasiana, 2016.

  • Kementerian ESDM RI. “Smart Grid Jadi Faktor Kunci Capai Net Zero Emission.” 2024.

  • Kementerian ESDM RI. “25 Sistem Smart Grid Dibangun Hingga 2024.” Siaran Pers, 2021.

  • Antara News. “Pengembangan Smart Grid Bagian Penting Dukung Transisi Energi.” 2024.

  • PLN.co.id. “Pengembangan Smart Grid di Indonesia.” 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...