Langsung ke konten utama

Sinergi Kalapas Purwodadi dan PLN dalam Menjamin Keamanan dan Keandalan Kelistrikan di Lapas

 

Tulisan ini mengangkat langkah proaktif Kalapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, yang melakukan audiensi ke Kantor PLN Kabupaten Grobogan untuk memastikan keamanan dan keandalan instalasi listrik di Lapas Kelas IIB Purwodadi. Audiensi ini membahas kerjasama dalam pengamanan objek vital lapas khususnya kelistrikan, permintaan Sertifikat Laik Operasi (SLO), serta permintaan agar listrik tidak dipadamkan selama periode H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1446 H. Selain itu, PLN diminta melakukan pengecekan tegangan listrik untuk memastikan kelayakan operasional dan mencegah risiko korsleting yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lapas.

Langkah ini sangat penting mengingat listrik menjadi kebutuhan vital di lapas, mulai dari penerangan, pompa air, hingga dapur yang sangat bergantung pada kelistrikan. Koordinasi ini juga merupakan upaya deteksi dini gangguan yang dapat meminimalisasi potensi kecelakaan listrik dan gangguan operasional.

Namun, tulisan ini dapat diperkaya dengan pembahasan lebih mendalam mengenai langkah-langkah teknis yang telah dan akan dilakukan PLN serta lapas dalam pemeliharaan dan peningkatan instalasi listrik, termasuk kesiapan cadangan daya seperti genset. Selain itu, penting juga mengulas bagaimana pelatihan dan kesadaran petugas lapas terkait pengelolaan instalasi listrik agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan secara berkelanjutan.

Solusi yang dapat diusulkan meliputi peningkatan kerja sama rutin antara lapas dan PLN dalam pemeliharaan instalasi listrik, pengembangan sistem monitoring kelistrikan berbasis digital untuk deteksi dini gangguan, serta pelatihan keselamatan listrik bagi petugas lapas. Pengadaan dan pemeliharaan genset sebagai cadangan daya juga harus menjadi prioritas untuk menjaga kontinuitas listrik saat terjadi gangguan.

Melihat tren ke depan, sinergi antara institusi seperti lapas dan PLN dalam pengelolaan kelistrikan sangat krusial untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan operasional yang optimal. Penerapan teknologi smart grid dan sistem monitoring real-time akan semakin memperkuat pengelolaan kelistrikan di fasilitas vital seperti lapas, mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan terkontrol.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka:

  • Lapas Purwodadi, “Pastikan Keamanan Listrik Kalapas Purwodadi Audiensi ke Kantor PLN Kab Grobogan,” Kompasiana.com

  • Kumparan.com, “Deteksi Dini Jaringan Instalasi Listrik Lapas Purwodadi oleh Petugas PLN,” 2023

  • MuriaNews.com, “Pemeliharaan Instalasi Listrik dan Pemasangan Genset di Lapas Purwodadi,” 2022

  • PLN.co.id, “Program Pemeliharaan dan Monitoring Instalasi Listrik,” 2025

  • Kompasiana.com, “Pentingnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Instalasi Listrik,” 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thorium Sulbar: Kunci Energi Masa Depan untuk Pusat Data AI Dunia

  Potensi Besar di Balik Logam Tanah Jarang Mamuju Di balik gempita pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, Sulawesi Barat, tersimpan potensi lain yang tak kalah strategis: thorium. Unsur radioaktif ini, yang selama ini dikenal sebagai limbah dalam pertambangan LTJ, kini mulai dilirik sebagai sumber energi masa depan yang sangat menjanjikan, terutama untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data kecerdasan buatan (AI) dunia. Thorium: Solusi Energi Berkelanjutan untuk Era AI Revolusi kecerdasan buatan telah memicu lonjakan kebutuhan pusat data di seluruh dunia. Teknologi AI seperti ChatGPT dan berbagai model pembelajaran mesin lainnya membutuhkan daya komputasi luar biasa besar. Akibatnya, konsumsi listrik pusat data global melonjak drastis. International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa pusat data global mengonsumsi sekitar 460 TWh pada 2022, dan angka ini diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada 2026. Di sinilah thorium menemukan relevansinya. Berbeda dengan ur...

Cek Kondisi Instalasi Listrik Jelang Hari Raya: Upaya Preventif untuk Menghindari Risiko Kebakaran di Rutan Rembang

  Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Rutan Kelas IIB Rembang Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh bangunan kantor dan blok hunian. Kepala SubSeksi Pengelolaan, Sugito, bersama petugas Pengelola Barang Milik Negara, memimpin inspeksi yang bertujuan memastikan semua instalasi listrik aman dan berfungsi dengan baik, terutama di titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan konsleting dan kebakaran . Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenkumham yang menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis untuk melakukan deteksi dini dan antisipasi gangguan keamanan menjelang cuti bersama dan libur Hari Raya. Selain pengecekan instalasi, pihak Rutan juga memasang fire block atau alat pemadam api di titik-titik kritis sebagai upaya pencegahan kebakaran . Kegiatan pengecekan instalasi listrik ini sejalan dengan anjuran umum bagi masyarakat untuk secara ru...

Likuiditas Melimpah, Kredit Tertahan: Membaca Lonjakan Uang Primer Indonesia 18,3% di Awal 2026

Pada Februari 2026, sistem keuangan Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Data terbaru dari Bank Indonesia mencatat bahwa uang primer (M0) adjusted tumbuh 18,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp2.228 triliun . Angka ini melonjak cukup tajam dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang sebesar 14,7% yoy . Lonjakan ini memberi sinyal bahwa likuiditas dalam sistem keuangan nasional berada pada kondisi cukup longgar . Namun, di balik angka yang impresif tersebut, terdapat sejumlah dinamika ekonomi yang menarik untuk dicermati—mulai dari strategi kebijakan fiskal dan moneter, perilaku perbankan, hingga faktor musiman dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Memahami Uang Primer (M0) Uang primer atau M0 merupakan kewajiban moneter bank sentral yang terdiri dari uang kartal yang beredar di masyarakat serta simpanan giro bank umum di Bank Indonesia . Indikator ini sering digunakan untuk melihat ketersediaan likuiditas paling dasar dalam sistem keuangan . Sement...