Langsung ke konten utama

Oversupply Listrik dan Tantangan Keuangan PLN : Mendorong Pemerintah Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik Sebagai Solusi Berkelanjutan

Permasalahan oversupply listrik yang dialami PLN, dengan kelebihan pasokan mencapai 56% pada 2022, memberikan beban keuangan besar karena skema take or pay yang mengharuskan PLN membayar listrik yang tidak terserap, sehingga pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi berkelanjutan. Penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mendiversifikasi konsumsi listrik, menyerap kelebihan pasokan, serta memberikan dorongan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor produksi dan pemeliharaan kendaraan listrik. Selain itu, kendaraan listrik sejalan dengan kebijakan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan citra Indonesia. Pemerintah berencana memberikan insentif fiskal, memperluas infrastruktur pengisian listrik, dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik. Sementara itu, Kementerian ESDM menargetkan oversupply listrik di Jawa-Bali dapat tuntas pada 2025 dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang meningkat seiring percepatan aktivitas ekonomi dan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Tarif listrik dipertahankan agar tidak naik demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri, sementara PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik yang andal dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Farid Asyhadi

Inspektur Ketenagalistrikan, Dinas ESDM Sulawesi Barat

Related
Bagaimana langkah pemerintah dalam mengurangi oversupply listrik melalui kendaraan listrik
Apa dampak keuangan PLN jika oversupply listrik terus berlanjut
Mengapa diversifikasi konsumsi listrik penting untuk solusi oversupply ini
Bagaimana insentif fiskal dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia
Apa peran infrastruktur pengisian listrik dalam mendukung transisi ke kendaraan listrik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...