Langsung ke konten utama

Meningkatkan Kontinuitas Penyaluran Listrik Melalui Pengelolaan Aset yang Efektif: Kunci Keandalan Sistem Kelistrikan Nasional

 

Tulisan ini mengupas secara mendalam pentingnya pengelolaan aset yang efektif dalam menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik, khususnya di unit transmisi seperti PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB). Penulis menekankan bahwa pengelolaan aset bukan hanya soal operasi dan pemeliharaan rutin, melainkan mencakup seluruh siklus hidup aset mulai dari perencanaan, pengadaan, instalasi, pemeliharaan, hingga disposal. Kualitas aset yang baik dan sesuai lingkungan operasinya sangat menentukan keandalan dan ketersediaan listrik bagi konsumen.

Namun, tulisan ini kurang menguraikan secara spesifik tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan aset di lapangan, seperti kendala teknis, sumber daya manusia, dan pembiayaan. Selain itu, belum banyak dibahas bagaimana inovasi teknologi digital dan sistem monitoring terkini dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset. Penjelasan tentang peran kolaborasi lintas unit dan integrasi data juga dapat memperkaya pemahaman pembaca tentang pengelolaan aset yang komprehensif.

Solusi yang dapat diusulkan adalah penerapan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) dan predictive maintenance untuk memantau kondisi aset secara real-time dan mencegah kerusakan dini. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan khusus manajemen aset juga sangat penting. Selain itu, penguatan sistem vendor management dan standar pengadaan akan memastikan kualitas aset sejak awal. Pendekatan holistik ini akan meningkatkan keandalan jaringan transmisi dan menurunkan risiko gangguan listrik.

Melihat tren ke depan, pembangunan jaringan transmisi hijau (Green Super Grid) sepanjang hampir 48.000 kilometer yang direncanakan dalam RUPTL PLN 2025-2034 akan menuntut pengelolaan aset yang semakin canggih dan terintegrasi. Infrastruktur ini akan menjadi tulang punggung penyaluran energi baru terbarukan (EBT) dari daerah terpencil ke pusat-pusat konsumsi listrik. Oleh karena itu, pengelolaan aset yang efektif menjadi fondasi utama untuk mewujudkan sistem kelistrikan nasional yang andal, bersih, dan berkelanjutan.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

:

  1. Hln71. “Meningkatkan Kontinuitas Penyaluran Tenaga Listrik melalui Pengelolaan Aset yang Efektif.” Kompasiana.

  2. PLN. “RUPTL 2025-2034: PLN Siap Bangun Green Super Grid Sepanjang 47.758 Kms.” 2025.

  3. Sunenergy.id. “Isi Lengkap RUPTL PLN 2025–2034.” 2025.

  4. ESDM.go.id. “Menteri ESDM Umumkan RUPTL PLN 2025–2034, Serap Lebih dari 17 Juta Tenaga Kerja Baru.” 2025.

  5. Dunia-Energi.com. “Indonesia Butuh Transmisi Listrik Sepanjang 47 Ribu Kms.” 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...