Langsung ke konten utama

Listrik Boleh Padam, Semangat Belajar dan Berbagi Ilmu Tetap Menyala: Pelajaran dari Blogshop Be-Blog Bekasi

 

Tulisan “Listrik Boleh Padam, Blogshop Be-Blog Jalan Terus” mengisahkan semangat tinggi komunitas blogger Bekasi (Be-Blog) yang tetap melaksanakan acara pelatihan blog meski menghadapi pemadaman listrik mendadak dari PLN pada lokasi kegiatan. Keputusan cepat panitia dengan menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan, meskipun terbatas hanya untuk komputer pembicara, serta anjuran kepada peserta untuk mengisi penuh baterai laptop sebelum acara, menunjukkan kreativitas dan ketangguhan dalam menghadapi kendala teknis. Adaptasi metode pelatihan dari online ke praktik menulis langsung juga menjadi solusi efektif agar ilmu tetap tersampaikan dengan maksimal.

Kisah ini mengajarkan pentingnya kesiapan dan rencana cadangan dalam penyelenggaraan acara yang sangat bergantung pada kelistrikan dan teknologi digital. Namun, tulisan ini juga menyiratkan kritik terhadap pelayanan PLN yang kurang optimal dalam menyediakan pasokan listrik yang andal, yang masih menjadi tantangan bagi berbagai aktivitas masyarakat dan bisnis di Indonesia.

Solusi yang dapat diusulkan adalah peningkatan kualitas dan keandalan jaringan listrik oleh PLN, termasuk pengelolaan pemadaman bergilir yang lebih transparan dan terkoordinasi. Selain itu, penyelenggara acara dan komunitas harus selalu menyiapkan rencana darurat, seperti penggunaan genset dan pengisian baterai perangkat lebih awal. Pengembangan infrastruktur listrik yang lebih modern dan penggunaan teknologi smart grid dapat membantu mengurangi gangguan pasokan listrik di masa depan.

Melihat tren ke depan, ketergantungan pada listrik dan teknologi digital akan terus meningkat, sehingga keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan utama. Sinergi antara penyedia layanan listrik, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem kelistrikan yang handal dan mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Semangat adaptasi dan inovasi seperti yang ditunjukkan komunitas Be-Blog Bekasi menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka:

  • Aris Heru Utomo, “Listrik Boleh Padam, Blogshop Be-Blog Jalan Terus,” Kompasiana.com

  • PLN.co.id, “Meningkatkan Keandalan Jaringan Listrik Nasional,” 2025

  • Kementerian ESDM RI, “Pengembangan Infrastruktur Smart Grid di Indonesia,” 2024

  • Detik.com, “Pemadaman Listrik Bergilir dan Dampaknya pada Aktivitas Masyarakat,” 2023

  • Kompasiana.com, “Strategi Manajemen Risiko dalam Penyelenggaraan Acara Berbasis Digital,” 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...