Langsung ke konten utama

Kreativitas Pemilik Laundry dalam Mengelola Biaya Listrik: Inspirasi Hemat dan Efisien di Tengah Kenaikan Tarif


Tulisan “Kata Siapa Listrik Mahal? Pemilik Laundry Punya Cara Unik Siasati Pembelian Token” menghadirkan kisah inspiratif tentang bagaimana seorang pemilik usaha laundry, Sani, mengelola biaya listrik operasional secara cerdas dengan menyisihkan sedikit dari setiap pembayaran pelanggan untuk membeli token listrik. Cara sederhana namun konsisten ini memungkinkan usahanya tetap lancar tanpa kekurangan dana listrik, sekaligus menjaga keuntungan bisnis tetap stabil meski tarif listrik naik. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan mikro dalam usaha kecil yang sangat bergantung pada listrik.

Namun, tulisan ini memiliki beberapa kekurangan. Pertama, pembahasan lebih mendalam tentang strategi penghematan energi yang bisa diterapkan di usaha laundry, seperti penggunaan mesin hemat energi, pengaturan waktu operasional, dan teknologi pendukung, masih minim. Kedua, belum ada analisis terkait dampak kenaikan tarif listrik terhadap profitabilitas usaha laundry secara umum dan bagaimana strategi bisnis lain dapat membantu mengatasi tekanan biaya tersebut. Ketiga, tulisan kurang mengulas potensi pemanfaatan teknologi digital dan sistem monitoring konsumsi listrik yang dapat membantu pemilik usaha mengoptimalkan penggunaan listrik secara real-time.

Solusi yang dapat diusulkan meliputi edukasi dan pelatihan bagi pelaku usaha laundry tentang teknologi hemat energi dan manajemen konsumsi listrik yang efisien. Penggunaan peralatan listrik berlabel hemat energi serta penerapan sistem pengaturan waktu operasional dapat menekan biaya listrik. Selain itu, pemanfaatan aplikasi monitoring listrik prabayar dapat membantu pengusaha memantau penggunaan listrik secara akurat dan mengatur pembelian token dengan lebih bijak. Pemerintah dan PLN juga dapat memberikan insentif atau program khusus untuk mendukung usaha kecil dalam mengelola biaya listrik.

Melihat tren ke depan, inovasi teknologi hemat energi dan digitalisasi sistem kelistrikan akan semakin penting dalam mendukung keberlangsungan usaha kecil menengah seperti laundry. Kesadaran dan kemampuan pengelolaan energi yang baik akan menjadi kunci agar bisnis dapat bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi tarif listrik dan persaingan pasar yang ketat. Pendekatan kreatif dan adaptif seperti yang dilakukan Sani perlu didorong dan disebarluaskan sebagai praktik terbaik di kalangan pelaku usaha.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka:

  • Desimeiyanti, “Kata Siapa Listrik Mahal? Pemilik Laundry Punya Cara Unik Siasati Pembelian Token,” Kompasiana.com

  • Juragan Kucek, “Trik Jitu Hemat Listrik untuk Bisnis Laundry,” Instagram, 2024

  • 1010dry.id, “Tren Laundry 2025: Teknologi Canggih dan Solusi Ramah Lingkungan,” 2025

  • Daalderop.id, “Solusi Hemat Water Heater Listrik untuk Laundry Anda,” 2025

  • Randori.id, “Tren Bisnis Laundry 2025: Inovasi dan Peluang yang Perlu Diketahui,” 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thorium Sulbar: Kunci Energi Masa Depan untuk Pusat Data AI Dunia

  Potensi Besar di Balik Logam Tanah Jarang Mamuju Di balik gempita pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, Sulawesi Barat, tersimpan potensi lain yang tak kalah strategis: thorium. Unsur radioaktif ini, yang selama ini dikenal sebagai limbah dalam pertambangan LTJ, kini mulai dilirik sebagai sumber energi masa depan yang sangat menjanjikan, terutama untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data kecerdasan buatan (AI) dunia. Thorium: Solusi Energi Berkelanjutan untuk Era AI Revolusi kecerdasan buatan telah memicu lonjakan kebutuhan pusat data di seluruh dunia. Teknologi AI seperti ChatGPT dan berbagai model pembelajaran mesin lainnya membutuhkan daya komputasi luar biasa besar. Akibatnya, konsumsi listrik pusat data global melonjak drastis. International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa pusat data global mengonsumsi sekitar 460 TWh pada 2022, dan angka ini diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada 2026. Di sinilah thorium menemukan relevansinya. Berbeda dengan ur...

Cek Kondisi Instalasi Listrik Jelang Hari Raya: Upaya Preventif untuk Menghindari Risiko Kebakaran di Rutan Rembang

  Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Rutan Kelas IIB Rembang Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh bangunan kantor dan blok hunian. Kepala SubSeksi Pengelolaan, Sugito, bersama petugas Pengelola Barang Milik Negara, memimpin inspeksi yang bertujuan memastikan semua instalasi listrik aman dan berfungsi dengan baik, terutama di titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan konsleting dan kebakaran . Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenkumham yang menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis untuk melakukan deteksi dini dan antisipasi gangguan keamanan menjelang cuti bersama dan libur Hari Raya. Selain pengecekan instalasi, pihak Rutan juga memasang fire block atau alat pemadam api di titik-titik kritis sebagai upaya pencegahan kebakaran . Kegiatan pengecekan instalasi listrik ini sejalan dengan anjuran umum bagi masyarakat untuk secara ru...

Likuiditas Melimpah, Kredit Tertahan: Membaca Lonjakan Uang Primer Indonesia 18,3% di Awal 2026

Pada Februari 2026, sistem keuangan Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Data terbaru dari Bank Indonesia mencatat bahwa uang primer (M0) adjusted tumbuh 18,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp2.228 triliun . Angka ini melonjak cukup tajam dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang sebesar 14,7% yoy . Lonjakan ini memberi sinyal bahwa likuiditas dalam sistem keuangan nasional berada pada kondisi cukup longgar . Namun, di balik angka yang impresif tersebut, terdapat sejumlah dinamika ekonomi yang menarik untuk dicermati—mulai dari strategi kebijakan fiskal dan moneter, perilaku perbankan, hingga faktor musiman dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Memahami Uang Primer (M0) Uang primer atau M0 merupakan kewajiban moneter bank sentral yang terdiri dari uang kartal yang beredar di masyarakat serta simpanan giro bank umum di Bank Indonesia . Indikator ini sering digunakan untuk melihat ketersediaan likuiditas paling dasar dalam sistem keuangan . Sement...