Langsung ke konten utama

KKN Tematik UPI 2022: Edukasi Hemat Listrik dan Energi Terbarukan untuk Masa Depan Berkelanjutan

 

Tulisan mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2022 di Kelurahan Neglasari menghadirkan contoh nyata bagaimana mahasiswa berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hemat listrik dan pemanfaatan energi bersih. Program edukasi yang menyasar anak usia dini di PAUD RW 03 Kelurahan Neglasari dengan tema energi listrik sederhana sangat menarik karena mengajarkan sejak dini manfaat listrik, cara menghemat penggunaan listrik di rumah dan sekolah, serta bahaya listrik yang harus dihindari. Pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan disesuaikan dengan perkembangan anak menjadi kekuatan utama program ini, yang berpotensi menumbuhkan kesadaran energi berkelanjutan sejak usia dini.

Meski demikian, tulisan ini kurang menyoroti tantangan implementasi edukasi energi di masyarakat yang lebih luas, seperti keterbatasan akses informasi di daerah terpencil, perbedaan tingkat pemahaman masyarakat, dan dukungan infrastruktur yang memadai. Selain itu, belum ada pembahasan mendalam mengenai bagaimana hasil edukasi ini diukur efektivitasnya dalam jangka panjang, serta bagaimana program serupa dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik berbeda.

Solusi yang dapat diusulkan adalah pengembangan modul edukasi energi yang lebih komprehensif dan mudah diakses, termasuk penggunaan media digital dan aplikasi interaktif yang dapat menjangkau berbagai kalangan usia dan lokasi. Pemerintah dan institusi pendidikan dapat memperkuat kolaborasi untuk memperluas program edukasi hemat energi dan energi terbarukan secara berkelanjutan, serta melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk mengukur dampak program. Pelibatan komunitas lokal dan tokoh masyarakat juga penting untuk memastikan pesan edukasi tersampaikan dengan efektif dan diterima dengan baik.

Melihat tren ke depan, edukasi energi akan semakin penting dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Peningkatan literasi energi sejak usia dini, disertai dengan inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung, akan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi dan penggunaan sumber energi terbarukan. Program KKN seperti yang dilakukan UPI ini menjadi model inspiratif yang dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya di bidang energi dan lingkungan.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

:

  1. Ridamaulidya. “Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UPI 2022: Sosialisasi tentang Energi Listrik dan Pencegahan.” Kompasiana, 2022.

  2. Ruzka. “Kelompok 66 KKN Tematik UPI Lakukan Edukasi Hemat Listrik pada Anak.” Republika, 2022.

  3. Kumparan.com. “Mahasiswa KKN-T UPI Kelompok 66 Melakukan Edukasi Hemat Listrik pada Anak SD.” 2022.

  4. Payaraman. “Implementasi Penerangan Lampu Jalan Berbasis Panel Surya.” Prosiding KKN UM Palembang, 2025.

  5. Berita.upi.edu. “KKN Tematik UPI 2022 Kelompok 06: Dari Edukasi Pendidikan Berkualitas Sepanjang Hayat bagi Semua Kalangan sampai Mendapatkan Penghargaan di ISCOE 2022.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...