Langsung ke konten utama

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Penggunaan Listrik: Kunci Mencegah Kecelakaan dan Bahaya Listrik


Tulisan “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Penggunaan Listrik: Langkah Mencegah Kecelakaan” di Kompasiana memberikan gambaran penting mengenai perlunya penerapan K3 untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat listrik di lingkungan kerja maupun rumah tangga. Penulis dengan baik menjelaskan konsep K3 sebagai upaya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial pekerja, serta menekankan langkah-langkah preventif seperti identifikasi bahaya listrik, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Tulisan ini sangat relevan mengingat listrik adalah kebutuhan vital sekaligus berpotensi membahayakan jika tidak dikelola dengan benar.

Meski demikian, tulisan ini memiliki beberapa kekurangan. Pertama, pembahasan teknis terkait alat pengaman listrik seperti MCB, RCD, grounding, dan surge protector masih kurang mendalam, padahal perangkat ini sangat krusial dalam mencegah kecelakaan listrik. Kedua, aspek edukasi dan pelatihan K3 listrik kepada pekerja dan masyarakat umum perlu diperkuat agar pemahaman dan kesadaran akan bahaya listrik semakin meluas. Ketiga, tulisan belum mengulas tantangan implementasi K3 di lapangan, seperti kendala pemeliharaan instalasi listrik yang sering diabaikan dan kurangnya pengawasan terhadap standar keselamatan.

Solusi yang dapat diusulkan adalah peningkatan program pelatihan K3 listrik secara rutin bagi pekerja dan masyarakat, serta sosialisasi penggunaan alat pengaman listrik yang sesuai standar. Pemerintah dan perusahaan harus memperketat regulasi serta pengawasan instalasi listrik untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Selain itu, penerapan teknologi smart monitoring pada instalasi listrik dapat membantu deteksi dini potensi bahaya. Edukasi khusus untuk anak-anak dan keluarga juga penting agar mereka memahami risiko listrik dan cara menghindarinya.

Melihat tren ke depan, keselamatan penggunaan listrik akan semakin ditunjang oleh kemajuan teknologi digital dan IoT (Internet of Things) yang memungkinkan pemantauan kondisi listrik secara real-time. Pengembangan alat pengaman listrik yang lebih canggih dan mudah diakses akan memperkuat upaya pencegahan kecelakaan. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya K3 listrik diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya kampanye keselamatan dan insiden listrik yang menjadi sorotan media.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

:

  1. Rizki Romadhon, Muhammad. “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Penggunaan Listrik: Langkah Mencegah Kecelakaan.” Kompasiana, 2023.

  2. Synergysolusi.com. “Mengenal Alat Instalasi Listrik dan Cara Terhindar dari Kecelakaan Listrik.” 2024.

  3. Safetysign.co.id. “Cegah Kebakaran, Ini Cara Aman Menggunakan Listrik di Rumah.” 2024.

  4. CNN Indonesia. “9 Cara Menghindari Bahaya Listrik agar Terhindar dari Kesetrum.” 2022.

  5. RRI.co.id. “Langkah Pengamanan Listrik Rumah, Cegah Bahaya dan Kerusakan.” 2025.

  6. Dantaramandiri.co.id. “10 Kesalahan Kelistrikan Rumah Tangga dan Cara Mencegahnya.” 2025.

  7. Synergysolusi.com. “8 Tindakan Pertolongan Pertama saat Listrik Mulai Tidak Stabil.” 2025.

  8. Eraspace.com. “5 Cara Mencegah Korsleting Listrik yang Wajib Kamu Tahu.” 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...