Langsung ke konten utama

Bahaya Listrik di Rumah Tangga: Tantangan Edukasi dan Solusi Mitigasi untuk Keselamatan Keluarga


Tulisan ini mengangkat isu penting mengenai potensi bahaya listrik di rumah tangga yang seringkali diabaikan oleh masyarakat. Dengan meningkatnya konsumsi listrik seiring perkembangan teknologi, risiko kecelakaan listrik seperti korsleting dan kebakaran juga meningkat. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021 terdapat 17.768 kasus kebakaran di Indonesia, dimana 5.274 di antaranya disebabkan oleh arus pendek listrik. Hal ini menegaskan perlunya edukasi dan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan yang awam, tentang pentingnya kualitas material instalasi listrik dan kewaspadaan terhadap bahaya listrik.

Namun, tulisan ini masih memiliki kekurangan dalam membahas secara lebih teknis dan sistematis langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan di rumah tangga. Misalnya, perlunya penjelasan lebih rinci tentang penggunaan alat pelindung seperti MCB, RCD, serta standar instalasi listrik yang sesuai SNI. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan lebih banyak menyasar ibu-ibu PKK, padahal edukasi juga perlu diperluas ke seluruh anggota keluarga dan masyarakat luas agar efeknya lebih maksimal.

Solusi yang dapat diusulkan meliputi peningkatan program edukasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, PLN, dan komunitas lokal. Penggunaan media digital dan pelatihan praktis dapat memperluas jangkauan edukasi. Selain itu, penerapan inspeksi rutin instalasi listrik rumah tangga dan pemberian insentif bagi penggunaan material listrik berkualitas juga penting untuk mencegah bahaya. Penerapan standar keamanan listrik yang ketat dan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah tangga harus menjadi bagian dari budaya keselamatan listrik.

Melihat tren ke depan, dengan semakin meluasnya penggunaan peralatan listrik dan smart home, risiko bahaya listrik juga akan meningkat jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Teknologi seperti sensor deteksi kebocoran arus dan sistem proteksi otomatis berbasis IoT dapat menjadi solusi modern untuk mitigasi bahaya listrik. Edukasi dan kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan agar keselamatan listrik di rumah tangga menjadi prioritas utama.

Farid Asyhadi
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat

Daftar Pustaka

  • Fadilla Dwiputri, "Listrik pada Rumah Tangga Berpotensi Bahaya! Yuk Pahami Cara Mitigasi Bahaya Kelistrikan pada Rumah Tangga," Kompasiana.com, 2022.

  • CNN Indonesia, "9 Cara Menghindari Bahaya Listrik agar Terhindar dari Kesetrum," 2022.

  • Telesindo One, "4 Potensi Bahaya Listrik yang Sering Terjadi di Rumah dan Cara Menghindarinya," 2023.

  • Kumparan, "Tiga Upaya untuk Mencegah Bahaya Penggunaan Listrik," 2023.

  • SafetySign.co.id, "Cegah Kebakaran, Ini Cara Aman Menggunakan Listrik di Rumah," 2024.

  • Eraspace.com, "5 Cara Mencegah Korsleting Listrik yang Wajib Kamu Tahu," 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antisipasi Bahaya Listrik: Langkah-Langkah Penting untuk Keselamatan Rumah Tangga

  Bahaya listrik di rumah tangga dapat menimbulkan risiko serius seperti korsleting, kebakaran, dan sengatan listrik yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar lingkungan rumah tetap aman dan nyaman. Berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan: Periksa Kondisi Kabel dan Perangkat Listrik Secara Berkala Jika kabel terasa panas, ini menandakan adanya arus berlebih atau kabel berkualitas buruk. Segera matikan perangkat yang terhubung, periksa kapasitas kabel, dan ganti kabel dengan yang sesuai standar SNI untuk mencegah risiko kebakaran 1 2 . Segera Tindaklanjuti Jika Tercium Bau Terbakar atau Muncul Asap Bau terbakar atau asap dari instalasi listrik bisa menjadi tanda korsleting atau overheating. Matikan listrik dari sumber utama dan hubungi teknisi listrik profesional untuk pemeriksaan dan perbaikan 1 . Hindari Penumpukan Beban pada Stop ...

Tantangan dan Peran Remaja Indonesia dalam Hemat Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan

  Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan modern. Namun, kesadaran untuk menghemat energi—khususnya listrik—masih tergolong rendah, terutama di kalangan remaja Indonesia. Remaja yang berada pada rentang usia 12 hingga 24 tahun tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan konsol game. Sebuah survei menunjukkan bahwa 95% remaja Indonesia memiliki akses ke ponsel pintar dan lebih dari 60% di antaranya menggunakannya selama lebih dari enam jam setiap hari (Arius, 2023). Pola konsumsi listrik ini tentu memberi tekanan besar terhadap sistem energi nasional, terutama dalam konteks transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Akar Masalah Konsumsi Energi di Kalangan Remaja Salah satu akar persoalan rendahnya kesadaran hemat energi di kalangan remaja adalah karena mereka umumnya belum menjadi penanggung jawab langsung atas biaya listrik di rumah. Tagihan listrik dipersepsikan sebagai “urusan orang tua”,...

Menjadi Pintar dengan Listrik Prabayar PLN: Kendali Penuh atas Konsumsi Energi Rumah Tangga

Listrik prabayar PLN hadir sebagai inovasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengontrol penggunaan listrik secara lebih cerdas dan efisien. Berbeda dengan sistem pascabayar yang tagihan listriknya dibayar setelah pemakaian, listrik prabayar mengharuskan pelanggan membeli token listrik terlebih dahulu sesuai kebutuhan, mirip seperti membeli pulsa telepon seluler. Pengalaman pribadi penulis di Pondok-Pinang, Jakarta Selatan, menggambarkan betapa listrik prabayar memberikan kemudahan dan keamanan. Setelah mengalami kerusakan meteran listrik pascabayar yang sempat menimbulkan percikan api dan kepanikan, penulis dan keluarganya beralih ke listrik prabayar atas rekomendasi petugas PLN. Dengan listrik prabayar, mereka tidak lagi terikat jadwal pembayaran bulanan dan dapat mengisi token listrik kapan saja sesuai kebutuhan. Listrik prabayar juga mendorong keluarga menjadi lebih bijak dalam menggunakan listrik karena pemakaian listrik harus diimbangi dengan pembelian token yang tersedia. H...